Jejak UFO dalam Sejarah Dunia
Sudah seringkal kali Unidentified Flying Objects (UFO) atau objek terbang yang tidak terindentifikasi ini muncul di berbagai belahan dinia. Namun, penyebab munculnya objek misterius yang berbentuk lingkaran itu, hingga saat ini belum bisa dijelaskan secara ilmiah.
NAMUN demikian, ada dugaan sementara bahwa munculnya UFO ini bukan disebabkan karena faktor alam, melainkan ada manusia yang sengaja membuat fenomena cahaya yang tak dapat dijelaskan tersebut.
Dugaan UFO yang dibuat manusia tersebut pernah tercatat dalam sejarah Jepang, ketika Jendral Jepang Yoritsume’s melakukan penyelidikan UFO secara mendetail pada awal abad ke-13 atau pada tahun 1235 M. Penyeledikan Jenderal Jepang atas UFO tersebut, merupakan yang pertama kali di dunia atas cahaya yang tak dapat dijelaskan tersebut.
Saat itu, sang Jenderal menugaskan sekelompok penyelidik untuk mempelajari kasus ini, dan akhirnya menawarkan kesimpulan bahwa yang mereka lihat saat itu adalah sekedar bintang, yang bergoyang-goyang karena angin.
Namun hasil penyelidikan Sang Jenderal Jepang atas UFO tersebut belum memuaskan sejumlah ilmuwan modern. Pasalnya, sang Jenderal hanya bisa menjelaskan bintang yang begoyang karena angin itulah UFO.
Karena itulah, sejumlah ilmuan modern dari berbagai lintasan negara melakukan penelitian penampakan UFO guna membuktikan kebenaran dan menjelaskan secara ilmiah, apakah hasil penelitian Jenderal jepang tersebut benar atau salah. Penelitian serius atas UFO dimulai pada sekitar tahun 1933 terhadap fenomena “Ghost Plane” di Skandinavia dan negara-negara lain di daratan Eropa .
Di Australia sendiri, penelitian ini telah dimulai lebih awal lagi yaitu pada tahun 1920, ketika kapal laut SS Amelia J. menghilang di Selat Bass. Hilangnya kapal laut ini, ternyata terjadi bersamaan dengan banyaknya laporan mengenai munculnya sinar-sinar misterius di selat tersebut .
Di Amerika Serikat, penelitian dimulai pada tahun 1947 atas kasus perjumpaan UFO yang dilaporkan Kenneth Arnold dalam penerbangannya di Gunung Rainier, AS. Sedangkan di Indonesia, semenjak J.Salatun menempati jabatannya pada tahun 1967.
Namun sayang, hasil penelitian sejumlah ilmuan dari berbagai negara tersebut tidak dapat menjelaskan secara ilmiah tentang babagaimana UFO ini bisa tampak dan turun ke permukaan, hingga meresahkan masyarakat. Masyarakat semakin penasaran atas jatuhnya radiasi UFO Benda Langit angkasa yang jatuh dari langit tersebut.
Di Indonesia sendiri sudah seringkali objek lingkaran misterius ini jatuh. Pada tahun 2010 lalu misalnya, warga di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur sempat digegerkan dengan jatuhnya objek misterius tersebut. Sementara pada awal tahun 2011 ini masyarakat Sleman, Yogyakarta juga di buat penasaran atas penampakan UFO.
Penyebab munculnya penampakan lingkaran misterius di Yogyakarta ini dikatakan Kajur Teknik Elektro ITS Prof M Ashari MA, belum bisa dijelaskan secara ilmiah, meski pun sudah ada alat canggih saat ini. Munculnya makhluk asing atau UFO ke permukaan bukanlah dampak dari faktor alam, semisal angin puting beliung.
Belum bisa dijelaskannya UFO ini secara ilmiah, kata dia, karena faktor teknologi yang belum bisa mendeteksi secara mendetail. “Misteri crop circle masih belum bisa dijelaskan secara ilmiah. Namun jika diduga akibat gelombang elektromagnetik hal itu dinilai tidak mungkin,” katanya, Senin (23/1/2011).
Ashari meyakini munculnya objek lingkaran misterius sangat mempengaruhi masyarakat sekitar. “Biasanya penjelasan di beberapa negara itu dilakukan oleh manusia di malam hari. Sulit dibuktikan kalau ilmiah,” jelasnya.
Ashari juga tidak percaya hal itu dilakukan oleh makhluk asing atau UFO. Dia juga meyakini hal itu bukan dampak dari faktor alam seperti angin puting belitung.
Terkait dengan kemunculan UFO di Yogyakarta, seorang warga menemukan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di atas lambang misterius ‘UFO’ di daerah persawahan di Sleman, Yogyakarta.
Sejumlah ahli menyebut lambang ini sebagai crop circle yang terbentuk, karena pengaruh medan magnet bumi. Sejumlah ahli di Amerika mempercayai 80 persen dari crop circle direkayasa oleh manusia dan 20 persen kemungkinan tercipta sendiri oleh medan magnet bumi. Prof Thomas Djamaluddin dari LAPAN juga percaya lingkaran unik di persawahan milik Ngadiran dkk itu adalah karya manusia. Karena itulah LAPAN tidak akan mengirim tim khusus ke sana
Sementara itu, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono meminta agar lembaga terkait mencari tahu tentang penyebab lingkaran misterius di Sleman. Lembaga yang dinilai berwenang mengecek adalah militer dan lembaga pertanian.
“Pertama yang berwenang adalah militer. Dia tahu gimana-gimananya. Lalu pertanian, karena itu di lahan pertanian,” ujar Agung kepada wartawan usai melepas Presiden SBY ke India di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (24/1/2011). Sebab, menurut Agung, pengecekan ini penting untuk mengetahui apa penyebab terbentuknya lingkaran simetris tersebut. [MONITOR]
copas from http://kabarnet.wordpress.com/