Random Story

Saya mempunyai kekasih. Dimana beliau adalah pria pilihan saya. Saya mencintai mencintai beliau jauh dari sebelum saya menjadi kekasih beliau. Saya memilih beliau, karena beliau adalah sosok baik, humoris, low profile, yang saya damba damba kan. Sembilan bulan berlalu dengan kesabaran yang saya tanam, akhirnya berbuah manis. Kini saya menjadi kekasih beliau, saya disayang, begitu pula beliau, saya sangat sayang dengan beliau. Dua minggu sudah setelah kami resmi berpacaran, kini saya dan beliau tahu sikap buruk dan baik dari masing masing pasangan. Saya tidak tahu apa yang di pikirkan beliau tentang saya. Suatu hari, ada beberapa masalah yang mungkin terlalu saya besarkan, tapi buat saya ini penting, namun begitu saya tidak memiliki keberanian untuk memperpanjangnya. Ini tentang status hubungan kami terhadap publik. Saya ternyata salah menilai beliau yang saya pikir akan menjadi orang yang royal publikasi. Ternyata tidak. Sifat inilah yang berbanding terbalik antara saya dan beliau. Dari sekian banyak pertanyaan yang muncul dibenak saya dikarenakan kurangnya royalitas publikasi beliau, ada satu yang benar benar membuat saya ragu untuk menjalani semuanya dengan beliau.
"Sayang, mengapa dirimu terlalu menutupi hubungan kita? Apa ada yang salah denganku, sehingga engkau malu mengakui keberadaanku? Atau ada orang lain yang juga ditutupi keberadaannya?"
Tidak ada yang tahu. Sampai sekarang saya masih menganggap beliau adalah pria sempurna yang sangat layak saya sayang. Meskipun beberapa kali saya kecewa dengan semua prilaku yang saya pikir pasti secara tidak sengaja beliau lakukan. Saya menahan semua rasa kecewa dan sakit dihati ini. Saya berfikir ini adalah resiko yang harus saya jalani, karena telah memilih untuk menjadi kekasih beliau. Saya ikhlas, karena saya menyayangi beliau dengan sepenuh hati :')
Sent from @Ohohosi BlackBerry�A�.

Postingan populer dari blog ini

Love Struck (2)

RANDOM

YSeries peptalk