Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Love Struck

Bulan januari, hari ke 36 gue masih blm jumpa Aaron dari terakhir pertemuan gue sama Aaron di kafe. Ini berarti gue udah pacaran sama anggi sekitar 3 minggu. Katanya "Julian, kamu kenapa sih? kamu boring ya? kasih tau aku, aku harus apa supaya aku ngga bikin kamu bosen. karena kamu keliatan kaku sama aku, padahal udah 3 minggu pacaran...". Wajar sih, Anggi kesal sama tingkah gue yang katanya ngga romantis sama sekali, ngga nganggep dia seperti pacar, lebih mentingin kawan dari pacar... mungkin juga karena pada dasarnya gue ngerasa, my feelings not belong to her. Tp kan ngga mungkin gue jawab "I like somoeone else" karena gue sendiri masih ngga yakin sama perasaan gue ini. I am not gay anyway... So, that day Randy asking us for help. He has a task to make poster... poster with picture. I know that Randy very very bad at drawing. Since we lack of meet up, we hang out at Aaron favorite cafe, and I wish I can see him there... Kita ber 6 duduk di meja bundar, denga...

I am not that innocent

Hi! Been a while. Gue masih belajar untuk purely berbahasa indonesia disini, meskipun itu bahasa ibu gue dan gue suka pakai disana saat bicara sama eyang, tetep aja ini seperti bahasa kedua buat gue. Well, Gue udah hampir 1 tahun stay di Indonesia, ada banyak yang gue gak tau udah mulai gue tau sekarang. Gue juga udah mulai punya temen baik dikampus. Pertemuan gue dengan pacar saudara gue sendiri tanpa gue sadari udah jadi kayak kebiasaan. Hampir seminggu 2x gue ketemu Aaron di coffe shop dan di tempat duduk yang sama. Aaron such a nice man. Aaron seperti google buat gue, setiap kali kue tanya, dia selalu tau jawabannya. Sampai waktu dimana gue 3x ke coffe shop 3x pula gue ngga ngeliat batang hidung Aaron. Pikir gue, mungkin Aaron sibuk. Waktu itu ujan, bulan desember hampir natal, gue inisiatip untuk cari tau kenapa Aaron gak muncul selama 2minggu. Note: gue dan Aaron hanya sekedar kawan ngobrol di kafe yang sama sekali ngga keepintouch via apapun. I guess Aaron is not a t...

"You guys are totally different"

Having a homosexual brother is not that simply. Terutama ketika lo tau siapa pacarnya. Apalagi kalau Jun lagi bareng Aaron depan mata gue. Gue kadang ngga sengaja kebayang bagaimana mereka bercumbu -.,- Awkward... Gue ngga sering sih hangout bareng mereka. You know... I’m just an outsider. Lagi pula, gue tinggal di kost daerah depok, karena gue udah mulai kuliah di Univ negeri katanya terbaik disini. Gue satu kost-an sama Hanna, cuma beda kamar, sampe sekarang gue ngga ngerti kenapa wanita suka banget kamar luas. Jadi gue lebih sering hangout bareng Hanna only. Atau sama teman kuliah gue. Hanna pernah bilang, kalau Jun selama magang ngga tidur dirumah Ibu. Tapi tidur di apt Aaron didaerah Jakarta selatan. Iya. Mereka seperti living together. Jun juga mahasiswa tingkat akhir sibuk urus ini itu jadi emang jarang pulang kerumah Ibu. Setelah hampir dua bulan terakhir kali gue ketemu Jun dan sama pacarnya. Siang itu gue sengaja mampir ke coffe shop yg baru buka dideket area kampus. ...

TRIPLETS

Sudah hampir dua minggu gue di Jakarta, setelah stay sebulan di Surabaya sejak gue datang ke Indonesia. Gue berada di lingkungan keluarga, tapi gue seperti anak SD yang baru masuk kelas diantara kawan-kawan yang sudah pada kenal. Why? How can? It is way too complicated to explain. Look, I'm just gonna tell you, how sucks having a twin. NO. It is not only a twin, but TWINS, I mean triplets. Gue terlahir kembar, kembar tiga, identik. Dimana fenomena gue dan kembaran gue ini terjadi satu banding enam belas juta dari setiap kehamilan di dunia.  Bukan masalah tentang keberadaan gue dan kembaran gue yang punya fisik agak mirip. Well, masalah sih, sedikit. Kalau orang belum biasa melihat gue dan kembaran gue pasti bilang "mirip banget" dan "Sumpah sih, Julian versi laki nya Hanna banget" atau di tepok dengan kerasnya sama orang yang gak lo kenal "Jun... you are excalated change!!". Hellaaaw I am not fuckin Jun! Do you know that feel? Pain right in the ass...