Love Struck
Bulan januari, hari ke 36 gue masih blm jumpa Aaron dari terakhir pertemuan gue sama Aaron di kafe. Ini berarti gue udah pacaran sama anggi sekitar 3 minggu.
Katanya "Julian, kamu kenapa sih? kamu boring ya? kasih tau aku, aku harus apa supaya aku ngga bikin kamu bosen. karena kamu keliatan kaku sama aku, padahal udah 3 minggu pacaran...". Wajar sih, Anggi kesal sama tingkah gue yang katanya ngga romantis sama sekali, ngga nganggep dia seperti pacar, lebih mentingin kawan dari pacar... mungkin juga karena pada dasarnya gue ngerasa, my feelings not belong to her. Tp kan ngga mungkin gue jawab "I like somoeone else" karena gue sendiri masih ngga yakin sama perasaan gue ini. I am not gay anyway...
So, that day Randy asking us for help. He has a task to make poster... poster with picture. I know that Randy very very bad at drawing. Since we lack of meet up, we hang out at Aaron favorite cafe, and I wish I can see him there...
Kita ber 6 duduk di meja bundar, dengan urutan gue-Randy-Mona-Dita-Gilang-Anggi- dan gue lagi... karena muter... bundar. Posisi gue, membelakangi bar, jadi kalo ada Aaron, gue ngga bisa liat. Tapi pas gue dateng, gue liat ke bar, meja favorit Aaron, Aaron nya ngga ada. Dimana-mana ngga ada.
Gue ngga tau, hari itu rasanya gue mau cepet2 pulang ke kos.
"Siang kak! ini pesanannya, ice matcha latte (disebut satu2 beverage yg dipesan) sisa makanannya aja kak... EH!! Mas Bule... Udah lama mas ngga kesini... kemana aja?" Waiters ini Mbak Tika namanya, dia selalu panggil gue Mas Bule karena gue suka keceplosan ngomong english ke dia, dan dia hafal gue karena gue selalu duduk samping Aaron, Aaron itu kawan yang punya shop ini. jadi, di treat nya different.
pertanyaan Mbak Tika ngga gue jawab karena ngga tau harus bilang nya gimana, jadi gue cuma ketawa kecil. Lalu Anggi penasaran "emang Mas Bule suka kesini ya mbak?"
"Iya! hampir setiap hari..."
"not everyday Mbak..."
"Eh iya ngga sih. tp setiap saya masuk pasti ada Mas Bule..."
"ngga juga sih Mbak..."
"Tapi cukup bisa dibilang loyal customer lah..."
"hemm... gitu ya. kalo kesini sama cewe ngga tuh Mbak?"
I think that question Anggi asked is not a big deal, tapi gue ngerasa keganggu sama pertanyaan itu...
"Ngga kak, tenang aja. Mas Bule mah kalo kesini sendiri, kalo ngga sendiri paling sama itu tuh... Mas designer." alis mata Mbak Tika naik, ngasih tanda kalau si Mas designer lagi di situ, di bar tempat favorite dia.
Without any doubt, I turn around my head to see the truth of the statement of Mbak Tika. Suddenly, I lost my focus... I can't breathe... Again... I dont know what to do... I want to call him, but I cant. I want to greet him, but I cant...
"..."
"...ian"
"...lian"
"...ulian..."
"...julian!!"
"...Julian! Kamu kenapa?"
Dita, Mona, Gilang, Anggi asking "why?" to me. and ofcourse I can not explain what did just happened.
And... sekejab gue merasa plong. gue bahagia, gue ngga mau pulang, gue mau lama lama disini, gue mau tuker bangku biar gue bisa liat Aaron...
!!!!!!!! OMG!! I cant be like this... I'm not gay... he is my bro's BF... I'm okay... I'm not happy...
Got my phone ringing, call from Hanna. Hanna ngajak gue nonton, katanya sama Junet. Gue paling males jalan bareng Junet... you know why... Well karena gue udah lama juga gak ketemu Junet, akhirnya ajakan Hanna gue "ok"in.
Tugas Randy udah kelar, saat nya gue dan kawan2 gue bubar. Gilang dan Dita karena satu kost, naik kendaraan online, Randy dan Mona naik motor probadi, sedangkan gue kayak nya mau stay disini sampai jam malam untuk ketemu Hanna. Oh iya, Anggi. I told her to go home together with Gilang and Dita, but she asking too many question.
"Kamu kenapa ngga pulang?"
"Kamu mau ngapain dulu?"
"Habis ini mau kemana?"
"Sama siapa?"
"Ngapain?"
Finally, I go with Dita, Gilang, and Anggi. Karena Anggi ngga terlalu searah sama Gilang dan Dita, akhirnya Anggi turun duluan di pinggir jalan. Dan gue tentunya. Lalu gue dan Anggi melanjutkan perjalanan by Transjakarta. Gue ngga masalah untuk nganter Anggi sampai rumah, yg gue masalahin, muka Anggi yang keliatan kayak mau makan gue sepanjang perjalanan. "Anggi, if you have problem then tell me. Ask me. I will answer as I can"
"I'm okay" that was short...
After I take Anggi home, I go to cinema to meet Hanna n Junet. Ternyata, Hanna ngga cuma sama Junet. Ada Alex, Mas Iam, anak kecil gatau siapa, dan satu cewek jepang keliatannya udah dewasa. Mas iam udah mulai terbiasa atas kehadiran gue, yg masih ngga biasa ya sisanya, jadi masih ada kata-kata "rohan versi A, rohan versi B, C, D bla bla bla".
Cewe jepang yang tadi gue bilang itu, ternyata pacarnya Alex, ngga aneh lah Alex suka sama yang eksotis kayak dia, namanya Nami. Dan anak yg satu lagi namanya Diona, masih kelas 2SMP, katanya sih muridnya Mas Iam.
They are so close. I feel like just an outsider...
Tiba2 ada yang nepuk pundak kanan gue dan nyapa gue dengan tawa khas nya dari sebelah kiri "Julian ikut? Haha" lagi2 gue hilang fokus... gue ngga bisa begini terus, gue berusaha untuk mengalihkan situasi.
Sembari nunggu film yg akan mulai 15 menit lagi, gue ngobrol bareng Diona. Sedikit2 gue mulai akrab sama anak kecil ini, dia Aaron kedua. Yg langsung bisa membedakan gue dan Junet. Didalam obrolan gue dan Diona, gue samar2 ngedenger perbincangan antara Junet, Alex, Hanna, dan Aaron.
"Oleh2 lah Kak Aaron!"
"Baju kotor tuh"
"Kakak kemaren emang kemana aja kak?"
"Lu nanya gue rasa gue liburan dah"
"Cuk! Lu kan emang liburan"
"Haha Makanya Hanna minta oleh2"
"Kerja cuk gue..."
"Kerja rasa liburan. Gimana surabaya kak? Hanna kangen makanannya, kangen boso jowo haha"
"Biasa aja sih"
Ternyata Aaron ke surabaya ada kerjaan.
Sebelum masuk teater, Aaron nyempetin diri ke toilet. Jadi Aaron masuk belakangan, yang lain duluan masuk. Gue gak tau seatnya diambil nomer berapa sampai berapa. Jadi yg diambil dr ujung luar ke dalem. Yg pasti gue duduk paling ujung dalem (Karena gue cuma outsider) ada sisa 1 kursi kosong sebelah kanan gue. Sebelah kiri gue hanna. Pas udah mulai gelap, ada orang dari sebelah kiri yg masuk di barisan gue jalan ke arah gue, gue pikir orang lain yg nonton sendiri, sampai si orang duduk trus nanya "udah dari tadi ya?" Ngga taunya Aaron...
*to be continued
Alexander Gunawarso, Sahabat nya Aaron. Biasanya dipanggil Alex. Alex suka flirting, ngga baper an, dan supel. Jadi gak heran Alex banyak temen ceweknya.
Ilham Zulkifli, masih sahabatnya Aaron. Aaron kenal Junet dari Mas Iam, iya, Mas Iam sepupu gue. Mas Iam itu tipikal cowok kalem. Tapi bukan cool.